RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI INFEKSI NOVEL CORONAVIRUS


RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI INFEKSI NOVEL CORONAVIRUS (2019-nCoV) DI KAB. CILACAP TAHUN 2020
Senin, 3 Februari 2020

Seperti diketahui pada awal tahun 2020, infeksi virus yang di kenal dengan nama 2019-nCov menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi dari World Health Organization ( WHO ) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan. Provinsi Hubei, China.
Kasus ini terus berkembang hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah novel corona virus. Kasus ini berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar China.
Berdasarkan laporan resmi WHO perkembangan situasi 2019-nCoV per tanggal 2 Februari 2020 sebanyak 14.557 kasus positif 2019-nCoV di 24 negara, di antaranya 14.411 kasus positif 2019-nCoV terjadi di China. Total kematian sebanyak 304 meninggal dunia di China, sedangkan di luar negara China terdapat 1 kasus yang meninggal dunia.
Sementara kasus positif virus corona di luar China terus bertambah mencapai 146 kasus di 23 negara yaitu Vietnam, Kamboja, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, Australia, Filipina, Jerman, Perancis, Thailand, Jepang, Kanada, Nepal, India, Finlandia, Italia, Rusia, Spanyol, Swedia, Inggris, Uni Emirat Arab, AS dan Korea Selatan.
Indonesia sampai saat ini belum dilaporkan adanya virus corona baik kasus dari warga negara China yang datang ke Indonesia maupun warga Indonesia. Mengingat Indonesia merupakan negara tujuan wisata dan transit dari berbagai negara di dunia maka berpotensi adanya importasi kasus virus corona dari wisatawan ataupun pekerja yang datang dari negara terjangkit.
Perlu upaya antisipasi dari semua pihak dengan melakukan upaya kesiapsiagaan dari berbagai unsur yang terlibat. Di Kabupaten Cilacap dengan adanya PLTU Karang Kandri yang sebagian pekerjanya merupakan Tenaga Kerja Asing dari China perlu menjadi perhatian kita bersama terutama TKA yang baru pulang dari wilayah terjangkit agar tidak terjadi penularan baik kepada TKA yang lain atau warga Cilacap.
Berdasarkan hal tersebut di atas, Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) pada hari Senin, 3 Februari 2020 bertempat di ruang rapat Jalabhumi Setda Kabupaten Cilacap. Rapat koordinasi tersebut dimoderatori oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, ST, MM. Adapun narasumbernya yaitu Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, SSTP, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi, M.Kes, M.Si, dan dokter spesialis paru RSUD Cilacap, dr. Dwi Indrayati, SpP.
Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, SSTP, M.Si menyampaikan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) antara lain :
1. Deteksi dini di wilayah oleh Dinas Kesehatan beserta jajarannya/ Puskesmas
2. Penjagaan Pintu Masuk Pelabuhan Tanjung Intan (KSOP, KKP dll)
3. Kesiapan layanan semua Rumah Sakit (tidak boleh menolak pasien)
4. Sosialisasi kepada masyarakat oleh semua pihak (Kodim, Polres, Lanal, OPD, ormas, dll)
5. Cilacap bukan pintu masuk negara tetapi banyak TKA China. Harus ada keterbukaan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki TKA China

dr. Pramesti dalam paparannya menegaskan bahwa perlu penguatan deteksi dini dan respon baik itu di tingkat Puskesmas, Rumah Sakit maupun Dinas Kesehatan. Beliau juga berpesan agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat yaitu mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir, mengkonsumsi makanan bergizi, memasak daging dan telor hingga matang, hindari kontak dengan hewan, menggunakan masker dan menghindari kontak dengan penderita flu, dan yang terakhir segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ada gejala yang mengarah ke infeksi 2019-nCoV.
Bidang P2P Dinkes Kab. Cilacap

Press Release : Hasil Koordinasi ke PLTU Cilacap dalam rangka Kewaspadaan terhadap Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCov), Selasa, 28 Januari 2020

Menindaklanjuti hasil PE terhadap penderita yang dicurigai terinfeksi virus Corona, dimana kondisi sekarang statusnya masih di bawah pengawasan/ observasi, tim PE Dinas Kesehatan Kab Cilacap beserta Puskesmas Kesugihan II melakukan koordinasi di PLTU dengan hasil sebagai berikut :
1. TKA dan anggota keluarga yang datang ke Cilacap tanggal 18 Januari 2020 dan 22 Januari 2020 sebanyak 27 orang
2. TKA yang masih cuti tidak boleh kembali ke Cilacap sampai kejadian mereda
3. Dinas Kesehatan akan melakukan pemantauan kepada 27 orang tersebut sampai 14 hari
4. Menghimbau kepada semua karyawan agar selalu menerapkan PHBS