Sidak Swalayan di Cilacap, Ditemukan Produk Minuman Kedaluwarsa

Sidak Swalayan di Cilacap, Ditemukan Produk Minuman Kedaluwarsa

Rabu, 11 Desember 2019 | 15:55 W
KOMPAS.COM/DOK LOKA POM BANYUMAS

Petugas Loka POM Banyumas bersama tim gabungan menggelar sidak di salah satu swalayan di Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2019).

Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain
Editor: Abba Gabrillin

CILACAP, KOMPAS.com – Menjelang Natal dan tahun baru, petugas Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) menggelar inspeksi ke sejumlah swalayan di wilayah Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2019).

Dalam sidak yang dilakukan bersama instansi lintas sektoral itu, ditemukan produk minuman instan yang telah melewati masa kedaluwarsa.
Tim gabungan juga menemukan produk pangan dengan kemasan kaleng yang telah rusak.
“Kami menemukan produk kedaluwarsa yang masih dipajang bersama dengan produk yang layak jual. Selain itu, juga masih ditemukan produk pangan kemasan kaleng dengan kondisi penyok,” kata Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto saat dihubungi, Rabu.
Terhadap produk yang kedaluwarsa tersebut, dilakukan pemusnahan di tempat secara sukarela oleh penanggung jawab swalayan.
“Pemusnahan dengan disaksikan oleh petugas Loka POM bersama lintas sektoral,” kata Suliyanto.
Sedangkan, untuk produk dengan kemasan penyok, Suliyanto meminta kepada penanggung jawab swalayan untuk dikembalikan kepada pihak distributor.Kemasan yang rusak itu diminta diganti dengan kemasan yang baik.
Suliyanto mengatakan, untuk mengantisipasi peredaran produk makanan dan minuman yang tidak layak edar, konsumen diimbau selalu mengecek kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluwarsa.
“Pada kegiatan ini juga disosialisasikan mengenai cek klik (kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa).
Stiker cek klik ditempelkan di dekat kasir di swalayan agar dapat dilihat oleh pengunjung swalayan.

Dialog Interaktif dalam Rangka Pembinaan UMKM OT dan Pencanangan Jamu Cilacap Aman

Dalam rangka pencanangan Jamu Cilacap Aman, dilakukan dialog interaktif dalam rangka pembinaan UMKM OT (obat tradisional) oleh Badan POM di hotel Atrium Cilacap.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dan dihadiri pula oleh anggota DPR RI yang concern di bidang Jamu Tradisional, H. Imam Saroso,sh, s.sos.MM. Hadir pula Kapala balai besar Pom Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Loka POM Banyumas.

Peserta berasal dari wilayah se Barlingmascap terdiri dari pelaku UMKM OT sejumah 100 orang dan dari asosiasi PPJAI sejumlah 38 org, serta Dinas Kesehatan ada 4 Kabupaten.

Dalam sambutannya Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetika, Bu Maya menyebutkan bahwa kekayaan warisan jamu tradiaional di cilacap dan sekitarnya sudah dikenal luas secara nasional. Maka perlu ada pembinaan agar produksi jamu tersebut aman dikonsumsi masyarakat dan yang lebih penting lagi bahwa jangan sampai jamu warisan Indonesia menjadi hilang karena tidak ada kepedulian kita. Seperti daun kelor yg sudah menjadi bahan kosmetika (skin care) di Jepang dan ternyata sudah diklaim sebagai hak cipta oleh negara mereka, Ini karena memprihatinkan.
Semoga upaya pencanangan ini sebagai langkah awal menuju industri jamu di cilacap yang aman dan sesuai standar.

 

Seksi Farmamin Dan Perijinan Bidang SDK Dinkes Kab. Cilacap, Moh. Muhajir, SKM